Tampilkan postingan dengan label Konjac. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konjac. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2017

Prosfek Bisnis/bertani Porang (Umbi Konjak)



Porang yang sebelumnya dianggap gulma sebenarnya memiliki potensi bisnis yang cukup besar, hanya saja banyak masyarakat yang belum mengenal tentang umbi porang ini,  http://niskalafarm.blogspot.com/2014/09/porang-umbi-konjak.html, disamping itu ada beberapa alasan masyarakat di sebagian daerah sulawesi selatan yang enggan bahkan sama sekali tidak mau melirik sumber daya alam ini, padahal tanaman sisa peninggalan jepang masa penjajahan, sangat besar potensi bisnisnya.

 
Alasan Masyarakat.
  1. Menganggap tanaman Porang sebagai Gulma pengganggu tanaman utama
  2. Dianggap berbahaya karena getah pada batang atau umbinya terasa gatal jika terkena kulit.
  3. Peran negatif para pencari umbi porang (pembeli).
Add caption
  • Membeli dengan harga murah.sebelum investor datang porang dihargai Rp. 100/ kg padahal harga standar dari petani waktu itu Rp. 700 sekarang Rp. 1500 s/d 2000 
  • Permainan timbangan, artinya timbangan di stel sehingga yang mesttinya 100kg dalam timbangannya menjadi 60 kg bahkan bisa lebih extrim.
  •  tidak ada nilai moral untuk sosialisasi budidaya pada masyarakat.
  • Mafia-mafia buyer. Contoh, di lokasi  1 yang biasa buyer A beroperasi, buyer A membeli dengan harga Rp. 100 (sample harga nomal dari petani 700) sementara buyer A mencoba mengacaukkan lokasi 5, 6 wilayah buyer B atau C dengan hanya sekali saja membeli seharga Rp. 1000. tujuannya hanya mengacaukan saja pasar lokasi lain, harapan mereka supaya kompetitor lain tidak mendapatkkan barang. hal tersebut berdampak negatif terhadap petani. akibatnya petani lokasi 5 yang sudah menumpuk hasil panen porang tidak mau menjual kepada buyer B, atau C (mau menjual pada buyer A dengan harga Rp. 1000). Padahal kedatangan buyer A pada lokasi 5 hanya sekali saja ketika selanjutnya petani lokasi A sudah mengumpulkan hasil panen buyer A pun tak pernah kunjung datangg. akibatnya barang menjadi busuk dan selanjutnya hilang sama sekali kepercayaan petani porang terhadap buyer manapun.
(Hasil Penelitian selama kurang lebih 4 tahun dilokasi).
Padahal jika peran petani dan peran pebisnis berjalan sesuai aturan, tentu saja menjadi peluang menjajikan baik untuk petani ataupun para pebisnis.

Prospek Petani
skala per Ha.
Porang yang ditanam sebesar telur ayam alokasi 20/kg.
Jika porang ditanam dengan jarak 50 cm x 50 cm maka dalam 1 Ha terdapat 40.000 - 30%. 70% alokasi tanah yang bisa ditanami. 30 % alokasi tanah untuk tanaman pelindung misal kopi, coklat atau kayu.
Maka 40.000 - 30% ( 28.000 pohon)
Porang yang ditanam dengan baik dilakukan pemupukan dan penyiangan gulam bisa mencapai maksimum 8 kg (hasil research penulis), tapi kita ambil rata rata minimum seberat 1,5 kg per umbi hasil panen maka hasil panen yang didapat seberat 42 Ton 42.000 kg.

Perhitungan  Biaya :
1. Modal bibit dan perawatan.
   - Bibiit. 1400 kg x Rp. 2000 = Rp.4.200.000
   - Pengolahan Lahan. Membuat bedeng atau lubang tanam. 24 HOK x Rp. 40.000 =Rp. 960.000
   - Penanaman 8 HOK x Rp. 40.000 = Rp. 320.000
   - Penyiangan dan pemupukan 2 minggu setelah penanaman 15 HOK x Rp. 40.000 = Rp. 600.000
   - Penyiangan dan pemupukan 30 hari setelah penanaman 15HOK x Rp. 40.000 = Rp. 600.000
   - Penyiangan dan pemupukan 60 hari setelah penanamna 15HOK x Rp. 40.000 = Rp. 600.000
Total biaya penenaman dan perawatan  = Rp. 7280.000
2. Biaya Pupuk
   - 2 Karung NPK/Ponska x R. 120.000 = Rp. 240.000
   - 2 karung Urea x Rp. 240.000 
   - Pupuk organik semprot Rp.400.000
Total anggarran pupuk Rp. 880.000

3. Biaya Panen dan pengangkutan 
Panen 20 HOK x Rp. 40.000 = Rp. 800.000
Pengangkutan 30 HOK x Rp. 40.000 = Rp.1.200.000
total Rp. 2.000.000
 Jadi Total anggaran keseluruhan adalah Rp. 7.280.000+ Rp. 880.000 + Rp. 2.000.000 = Rp. 10.160.000
Perhitungan penghasilan
Jika hasil panen sebanyak 42 ton atau 42.000 kg xRp. 1500 = Rp. 63.000.000
dikurangi biaya penanaman sebbesar Rp. 10.160.000
Maka Rp. 63.000.000 - Rp. 10.160.000 = Rp. 52.400.000
 " Kaya orang lagi jualan pake kata tunggu apalagi biar orang orang pesen heheheh"
NB. biaya pupuk dan HOK relatif, tergantung lokasi tempat penanaman.
Prospek Pebisnis Pengolah :
edited...



Selasa, 02 Februari 2016

PORANG (UMBI KONJAK)

Porang dengan  nama binomial (Amorphophallus muelleri) dikenal di Indonesia dengan beberapa nama. Dijawa tanaman ini dikenal dengan nama iles-iles atau suweg, sementara di sulawesi selatan tanaman ini dikeenal dengan nama tire. klasifikasi tanaman porang :

Kerajaan : Plantae
Ordo       : Alismatales
Family     : Araceae
Genus      : Amorphopallus
spesies     : A. muelleri

Penyebaran tanaman porang tidak hanya terdapat di indonesia, porang juga ditemukan dari mulai kepulauan Andaman, India, Myanmar dan Thailand. Tanaman ini tumbuh dimana saja seperti dihutan, di semak belukar, di sawah bahan di daerah sulawesi banyak ditemukan tumbuh di atas batu.
Tanaman porang merupakan tanaman yang hidup di hutan tropis. Dalam budidaya penanaman porang untuk mendapatkan hasil umbi yang maksimum, porang memerlukan naungan 50-65% pada dataran dengan ketinggian 700 sampai 900 mdpl, dengan suhu antara 27 °C, dengan Derajat keasaman tanah yang ideal adalah antara PH 6 - 7.
Ada tiga cara pengembangbiakan porang yang penulis pelajari :

1. Pengembangbiakan dengan umbi.
Umbi porang besar dapat ditanam dengan cara di belah belah menjadi beberapa bagian, hanya pembelahan umbi porang tentu saja memiliki syarat tertentu, umbi dapat dibelah beberapa bagian dengan catatan hasil belahan potongan  umbi masih memiliki kulit umbi porang serta kondisi porang dalam keadaan segar atau tidak dalam kondisi busuk atau bonyok.

2. Pengembangbiakan dengan bulbil
bulbil adalah bulatan kecil pada pertemuan batang porang berwarna coklat kehitam-hitaman sebagai alat    perkembangbiakan. Bulatan menyeruppai umbi kecil ini dapat ditanam untuk ddikembangbiakan, biasanya dalam 1 pohon porang berumur 2 tahun memiliki paling sedikit 5 butir bulbil, dan dalam 1kg bulbil rata rata terdapat 120 biji bulbil.

3.Perkembangbiakan dengan Biji
Setelah porang ditanam rata-rata 3 atau 4 perioide (penanaman awal dari bulbil) porang tidak tumbuh batang dan daun lagi,pada periode ke 4 ini akan muncul bunga menyerupai terompet dengan bau menyengat. setelah 4 sampai 5 bulan dari munculnya bunga kemudian akna munccul biji porang sebesar biji jagung. biji ini dapat ditanamm untuk dikembang biakan.

Tanaman porang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan di Indonesia. kandungan  glukomannan pada porang dimanfaatkan dibidang industri dan kesehatan. Selain mudah didapatkan, Permintaan pasar luar negri masih sangat terbuka lebar seperti Jepang, China dan beberapa negara di eropa.
Tepung porang dapat digunakan sebagai bahan lem, gelly, roti, kosmetik. Di filipina porang sering ditepungkan mengganti kedudukan terigu dan biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan roti. Di  Jepang, umbi-umbian sekerabat porang telah banyak dimanfaatkan untuk bahan pangan, misalnya bahan pembuatan mie instan.

Pengolahan umbi porang menjadi chips atau gaplek dianggap sederhana, banyak masyarakan umum yang mencoba mengolah umbi porang,  setelah porangg dicuci selanjutnya di iris tipis kemudian dijemur 5 sampai 6 hari. meskipun sederhana, cara ini dinilai sangat tidak epektif, hasil porang yang dijemur rentan berjamur sehingga mutu atau kukalitas tidak baik dan pengolah umbi porang akan merugi karena chip tipe seperti dihargai rendah. bersambung



Jumat, 28 November 2014

Umbi Konjac

Umbi konjac atau disebut juga Porang dengan  nama binomial (Amorphophallus muelleri) dikenal di Indonesia dengan beberapa nama. Dijawa umbi konjac dikenal dengan nama iles-iles atau suweg, sementara di sulawesi selatan umbi konjac dikeenal dengan nama tire. klasifikasi tanaman porang atau umbi konjac :

Kerajaan : Plantae
Ordo       : Alismatales
Family     : Araceae
Genus      : Amorphopallus
spesies     : A. muelleri

Penyebaran tanaman porang atau umbi konjac tidak hanya terdapat di indonesia, umbi konjac juga ditemukan dari mulai kepulauan Andaman, India, Myanmar dan Thailand. Umbi konjac tumbuh dimana saja seperti dihutan, di semak belukar, di sawah bahkan di daerah sulawesi umbi konjac banyak ditemukan tumbuh di atas batu.
Umbi konjac merupakan tanaman yang hidup di hutan tropis. Dalam budidaya penanaman Umbi konjac untuk mendapatkan hasil umbi konjac yang maksimum, Umbi konjac memerlukan naungan 50-65% pada dataran dengan ketinggian 700 sampai 900 mdpl, dengan suhu antara 27 °C, dengan Derajat keasaman tanah yang ideal adalah antara PH 6 - 7.
Ada tiga cara pengembangbiakan umbi konjac yang penulis pelajari :

1. Pengembangbiakan dengan umbi.
Umbi konjac besar dapat ditanam dengan cara di belah belah menjadi beberapa bagian, hanya pembelahan umbi konjac atau porang tentu saja memiliki syarat tertentu, umbi dapat dibelah beberapa bagian dengan catatan hasil belahan potongan  umbi konjac yang masih memiliki kulit umbi konjac, serta kondisi umbi konjac   dalam keadaan segar atau tidak dalam kondisi busuk atau bonyok.

2. Pengembangbiakan dengan bulbil
bulbil adalah bulatan kecil pada pertemuan batang porang berwarna coklat kehitam-hitaman sebagai alat    perkembangbiakan sebagian orang memanggil bulbil dengan sebutan kulbi. Bulatan menyeruppai umbi kecil ini dapat ditanam untuk dikembangbiakan, biasanya dalam 1 pohon Umbi konjac berumur 2 tahun memiliki paling sedikit 5 butir bulbil, dan dalam 1kg bulbil rata rata terdapat 120 biji bulbil.

3.Perkembangbiakan dengan Biji
Setelah Umbi konjac ditanam rata-rata 3 atau 4 perioide (penanaman awal dari bulbil) porang tidak tumbuh batang dan daun lagi, pada periode ke 4 ini akan muncul bunga menyerupai terompet dengan bau menyengat. setelah 4 sampai 5 bulan dari munculnya bunga kemudian akna muncul biji Umbi konjac sebesar biji jagung. biji ini dapat ditanamm untuk dikembang biakan.

Tanaman umbi konjac memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan di Indonesia. kandungan  glukomannan pada umbi konjac dimanfaatkan dibidang industri dan kesehatan. Selain mudah didapatkan, Permintaan pasar luar negri masih sangat terbuka lebar seperti Jepang, China dan beberapa negara di eropa.
Tepung umbi konjac dapat digunakan sebagai bahan lem, gelly, roti, kosmetik. Di filipina umbi konjac sering ditepungkan mengganti kedudukan terigu dan biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan roti. Di  Jepang, umbi-umbian sekerabat dengan umbi konjac telah banyak dimanfaatkan untuk bahan pangan, misalnya bahan pembuatan mie instan.

Pengolahan umbi konjac menjadi chips atau gaplek dianggap sederhana, banyak masyarakan umum yang mencoba mengolah umbi konjac,  setelah umbi konjac dicuci selanjutnya di iris tipis kemudian dijemur 5 sampai 6 hari. meskipun sederhana, cara ini dinilai sangat tidak epektif, hasil umbi konjac yang dijemur rentan berjamur sehingga mutu atau kukalitas tidak baik dan pengolah umbi konjac akan merugi karena chip tipe seperti dihargai rendah. bersambung..