Tampilkan postingan dengan label suweug. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suweug. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2017

Budidaya Umbi Porang

Untuk yang baru akan berbisnis porang ada beberapa tips yang akan saya share melengkapi tulisan sebelumnya tentang (mengenal porang prosfek bisnis porang) yaiu tetntang memilih jenis porang(bahan baku produksi) yang benar. Menurut pengalaman saya dalam berbisnis porang, begitu pengusaha bersosialisasi bahwa tumbuhan (porang) dibeli atau ileus dalam bahasa sunda, masyarakat yang antusias untuk mencari tumbuhan ini asal mencari tumbuhan ini sembarangan, tidak jarang petani mencampur antara porang yang dibeli (ileus dalam bahasa sunda) dengan porang yang tidak dibeli (Suweug dalam bahasa sunda) atau porang salah. kedua tanaman ini jelas berbeda. jika dilihat sepintas, tampak sama namun jika dilihat lebih detil jelas sekali perbedaan. Jika pengusaha tidak jeli atau salah bersosialisassi tentu kesalahan kesalahan demikian sangat merugikan kedua belah pihak, pihak pengusaha maupun pihak petani.
Berikut beberapa perbedaan antara porang yang dibeli dengan porang yang tidak dibeli (porang bahan baku atau porang basah gelondongan).
1. Bentuk daun.
Bentuk daun antara ileus dan suweug sedikit sekali perbedaannya ileus daunnya lebih lebar sementara suweug lebih kecil.
2. Batang
sebenarnya tumbuhan ini sangat mirip, jika ingin dibedakan porang yang dibeli dengan yang tidak dibeli, porang yang tidak dibeli warnanya hijau tua, dan batang kasar seperti ada duri kecil, sementara porang yang dibeli warna hijau pada belang batang cenderung lebih terang dan halus tidak berduri kecil.
3. Bulbil, sebagian orang memanggilnya kulbi porang
Porang yang dibeli terdapat bulbil atau seperti umbi kecil pada pertemuat cabang daun. sementara pada poorang yang salah tidak terdapat bulbil.
4. Bunga.
bunga porang yang dibeli cenderung lebih kecil menjulur sapai kira +- 50 cm, sementara porang yang tidak dibeli bunganya lebih besar dan pendek
5. Umbi
Jika di iris, Porang yang dibeli berwarna kuning dan berserat halus, sementara porang salah atau porang yang tidak dibeli berwarna putih dan berserat halus. karena dari family tumbuhan ini memiliki banyakk jenis tumbuhan, terdapat juga porang kuning akat tetapi berserat kasar, porang jenis itu termasuk ke dalam kriteria porang tidak dibeli.
Porang dalam keadaan belum diiris atau utuh, pada porang yang dibeli tidak terdapat benjolan benjolan tunas anakan, sementara pada porang yang tidak dibeli terdapat benjolan benjolan tunas anakan. hal ini disebabkan karena berbeda cara perkembangbiakannya. Sebagian orang memanggil tunas yang muncul pada porang induk menyebutnya bibit katak. Terdapat kasus porang yang diibeli atau porang kuning atau Ileus terdapat benjolan benjolan seperti tunas anakan. dari pengalaman penulis, hal tersebut bukan karena porang kuning berkembang biak dengan tunas, akan tetapi terdapat virus atau penyakit yang penulis sendiri sebut virus ang, dengan teknik flurkita untuk menghilangkan virus tersebut.
Demikian sedikit dasar informasi yang dapat saya share... yang saya tulis adalah apa yang saya alami saat berbisnis porang. untuk pembaca boleh share informasi. Mohon maaf untuk foto belum dapat di upload terkait adanya gangguan teknis.
Tulisan berikutnua :
  1. Memilih Bibit porang/ Berkaitan dengan para mafia yang menjual bibit palsu 
  2. Masih menulis Teknik Mengeringkan Porang tanpa dijemur.

    Selasa, 02 Februari 2016

    PORANG (UMBI KONJAK)

    Porang dengan  nama binomial (Amorphophallus muelleri) dikenal di Indonesia dengan beberapa nama. Dijawa tanaman ini dikenal dengan nama iles-iles atau suweg, sementara di sulawesi selatan tanaman ini dikeenal dengan nama tire. klasifikasi tanaman porang :

    Kerajaan : Plantae
    Ordo       : Alismatales
    Family     : Araceae
    Genus      : Amorphopallus
    spesies     : A. muelleri

    Penyebaran tanaman porang tidak hanya terdapat di indonesia, porang juga ditemukan dari mulai kepulauan Andaman, India, Myanmar dan Thailand. Tanaman ini tumbuh dimana saja seperti dihutan, di semak belukar, di sawah bahan di daerah sulawesi banyak ditemukan tumbuh di atas batu.
    Tanaman porang merupakan tanaman yang hidup di hutan tropis. Dalam budidaya penanaman porang untuk mendapatkan hasil umbi yang maksimum, porang memerlukan naungan 50-65% pada dataran dengan ketinggian 700 sampai 900 mdpl, dengan suhu antara 27 °C, dengan Derajat keasaman tanah yang ideal adalah antara PH 6 - 7.
    Ada tiga cara pengembangbiakan porang yang penulis pelajari :

    1. Pengembangbiakan dengan umbi.
    Umbi porang besar dapat ditanam dengan cara di belah belah menjadi beberapa bagian, hanya pembelahan umbi porang tentu saja memiliki syarat tertentu, umbi dapat dibelah beberapa bagian dengan catatan hasil belahan potongan  umbi masih memiliki kulit umbi porang serta kondisi porang dalam keadaan segar atau tidak dalam kondisi busuk atau bonyok.

    2. Pengembangbiakan dengan bulbil
    bulbil adalah bulatan kecil pada pertemuan batang porang berwarna coklat kehitam-hitaman sebagai alat    perkembangbiakan. Bulatan menyeruppai umbi kecil ini dapat ditanam untuk ddikembangbiakan, biasanya dalam 1 pohon porang berumur 2 tahun memiliki paling sedikit 5 butir bulbil, dan dalam 1kg bulbil rata rata terdapat 120 biji bulbil.

    3.Perkembangbiakan dengan Biji
    Setelah porang ditanam rata-rata 3 atau 4 perioide (penanaman awal dari bulbil) porang tidak tumbuh batang dan daun lagi,pada periode ke 4 ini akan muncul bunga menyerupai terompet dengan bau menyengat. setelah 4 sampai 5 bulan dari munculnya bunga kemudian akna munccul biji porang sebesar biji jagung. biji ini dapat ditanamm untuk dikembang biakan.

    Tanaman porang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan di Indonesia. kandungan  glukomannan pada porang dimanfaatkan dibidang industri dan kesehatan. Selain mudah didapatkan, Permintaan pasar luar negri masih sangat terbuka lebar seperti Jepang, China dan beberapa negara di eropa.
    Tepung porang dapat digunakan sebagai bahan lem, gelly, roti, kosmetik. Di filipina porang sering ditepungkan mengganti kedudukan terigu dan biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan roti. Di  Jepang, umbi-umbian sekerabat porang telah banyak dimanfaatkan untuk bahan pangan, misalnya bahan pembuatan mie instan.

    Pengolahan umbi porang menjadi chips atau gaplek dianggap sederhana, banyak masyarakan umum yang mencoba mengolah umbi porang,  setelah porangg dicuci selanjutnya di iris tipis kemudian dijemur 5 sampai 6 hari. meskipun sederhana, cara ini dinilai sangat tidak epektif, hasil porang yang dijemur rentan berjamur sehingga mutu atau kukalitas tidak baik dan pengolah umbi porang akan merugi karena chip tipe seperti dihargai rendah. bersambung